Esensi “Gimana hari ini?”

Bandung, 22 Agustus 2014

Udah genap seminggu lebih sejak gue kena kecelakaan. Gue belajar banyak hal. Tentang bagaimana gue harus memperbanyak ibadah, dimana sholat gue sering bolong-bolong dan ngaji dan ibadah sunnah lainnya cuma sekedar kadang-kadang, gak rutin.

Dan gue belajar arti menghargai orang lain. Setelah gue kecelakaan, gue hanya cerita ke orang-orang terdekat gue, yaitu temen-temen kontrakan, doi, dan beberapa orang. Ternyata betapa pentingnya sekadar iseng nanyain, “apa kabar?” ketika sedang berbicara sama temen kita.

Siapa tahu dia lagi dalam keadaan down dan butuh support kita pada saat itu juga, tapi malu atau sungkan untuk bercerita.

That’s it.

Hal yang mungkin bakal coba gue tanamin ke diri sendiri kelak, dan juga ke orang lain.

Sebenarnya ketika gue dan doi telfonan tiap malam juga, dia sering nanyain, “gimana hari ini?” dan ujung-ujungnya gue juga ketularan sih.

Ternyata nanyain “gimana hari ini” itu penting banget.