Kebahagiaan yang Berbeda Sisi

Surabaya, 8 Juli 2017

Kemarin adalah pengumuman hasil OSN 2017. Ikutan kepo juga sama hasilnya, karena adik kelas saya, dari SMA sebelah ada yang ikut di bidang komputer. Cukup mengejutkan, karena terakhir saya tahu dia aktifnya di bidang matematika dan sekarang berpindah haluan ke informatika. Alhamdulillah, diluar dugaan saya, ternyata dia dapat medali perunggu! Berbeda dengan dugaan (pesimis) saya karena melihat peringkat di scoreboard kemarin pada hari pertama, hehehe. 🙁

Langsung saya ucapkan selamat, dan muncul suatu ucapan dari saya,

“Wah, tahun depan ke STEI ITB berarti ya hehehe”

Karena melihat sekolahnya, yang tiap tahun selalu langganan ke ITB semua di SNMPTN. Apalagi dengan prestasinya sebagai peraih medali perunggu, sudah menjadi nilai plus untuk bisa diterima disana dengan prestasi tersebut. Akan tetapi, justru yang dia tanyakan adalah kampus saya. Ketika saya tanyakan lagi, dia berkata.

“Sering denger lingkungan di ITB itu kaya SMA 3, dan aku udah gak kuat parah sama lingkungan di SMA 3, apalagi entar”

Tiba-tiba saya tertegun sendiri. Ternyata dibalik sosoknya yang pintar, tersimpan sebuah kejenuhan yang amat dalam di dirinya. Bagaimana tidak, dari SMP di favorit se-Kota, SMA juga favorit se-Kota, tinggal satu langkah lagi menuju kampus favorit juga, akan tetapi tersimpan kejenuhan yang amat sangat.

Teringat akan saya dulu yang sudah belajar mati-matian juga untuk olimpiade sains. Di OSK 2014, saya berada di peringkat 10 sementara yang diambil 9 orang, padahal skor saya sama dengan peringkat 9 tersebut, 70 poin, jumlah yang cukup besar untuk skor OSK di kota lain. Disitu saya merasa kesal dan juga frustasi.

Kebahagiaan dari sisi ambisi untuk mengejar prestasi setinggi-tingginya, kandas.

Tapi, setelah saya mengikuti kepanitiaan bazar Five Live, untuk melupakan sejenak sakitnya kejadian kemarin itu.

Lalu, dengan kegagalan dua kali seleksi SNMPTN dan SBMPTN, akhirnya saya memasuki kampus Telkom.

Ikut jadi panitia gathering angkatan IF 2015 dengan panitianya maba itu sendiri, karena gak mau kalah sama kampus sebelah yang bikin gathering angkatan juga.

Ikutan berbagai macam kepanitiaan di informatika.

Ternyata saya bahagia, dari sisi yang lain. 🙂

~~~

Terlepas dari lamunan, akhirnya kembali sadar dan menceritakan kehidupan di Telkom dan Informatika itu bagaimana. Dan, she is so excited.

“Huwaa aku ingin, jadi lebih ingin ke Telkom”

Sampai jumpa di 2018 nanti, kalau kamu konsisten dan tidak berubah pikiran. 😀

 

Bagikan!Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *