Story About Applying for Internship in Jurnal

Assalamu’alaikum, selamat malam! 😀

Di postingan kali ini saya mau cerita sedikit tentang pengalaman kemarin. Jadi sebulan yang lalu saya iseng buat nyoba seleksi internship ke salah satu perusahaan startup yang berada di Jakarta, yaitu Jurnal. Alhamdulillah, dengan proses seleksi yang terdiri dari beberapa tahap, saya diterima di posisi Software Developer Intern. Mungkin buat pembaca blog disini yang tertarik untuk mencoba apply baik untuk fulltime atau untuk intern disini, bisa disimak tulisan ini, hehehe.

Hemh, jadi Jurnal ini adalah perusahaan kelima (iya, kelima kalo gak salah) yang saya coba. Jurnal sendiri berlokasi di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Berdasarkan riset yang saya telusuri, perusahaan ini bergerak di bidang Software Accounting. Jadi aplikasi dari Jurnal ini membantu proses pembukuan dalam akuntansi secara online dengan data yang tersimpan dalam cloud computing. Sempat masuk ke berita juga, salah satunya disini.

Pertama mungkin saya ceritakan pada saat tahap apply. Untuk apply sendiri, saya tidak terlalu mempersiapkan diri secara khusus buat CV. Berhubung saya males buat ngonsep desain untuk CV (karena bukan posisi UI/UX juga), jadi untuk CV saya cukup export dari profil LinkedIn. Oh iya for information, untuk apply sekarang tidak harus datang ke tempat kok, terutama untuk perusahaan-perusahaan startup, karena banyak yang menyediakan fitur apply secara online, biasanya di halaman sidebar bawah website mereka ada link ‘Career’/’Karir’ dan sejenisnya.

Setelah apply, beberapa hari kemudian ada email masuk terkait dengan pre-screening test dari Jurnal. Pre-screening test disini berupa test kemampuan coding. Total soal tuh ada empat buah. Satu soal implementasi salah satu struktur data, satu soal tentang implementasi konsep OOP, dan dua soal algoritma. Mungkin buat yang mau tahu soalnya bisa coba apply dan ngerjain langsung ya. 😀

Beberapa minggu kemudian, saya ditelpon oleh pihak Jurnal langsung. Sempet gak percaya, ya karena saya udah pasrah sih kalo gak lolos karena ada solusi codingan saya yang masih belum optimal 🙁 . Dari pembicaraan di telpon itu, intinya membicarakan tentang tanggal Interview langsung di kantornya. Sempet excited, gak percaya bisa lolos juga 😀 . Tapi bimbang juga, karena saya plot hari wawancaranya tuh pas Jumat dan lupa kalau hari itu ada praktikum pas sorenya. 🙁

Langkah pertama, saya coba kontak salah satu aslab di IF Lab, kak Sahna. Intinya mau coba nego apakah bisa dapet izin untuk praktikum susulan dengan alasan interview magang. Ternyata gak bisa karena izin ikut praktikum susulan cuma bisa karena sakit atau dapet dispen dari fakultas. Langkah selanjutnya, meskipun ini lebih mustahil karena saya internship ini bukan untuk matkul kerja praktik, saya coba kontak Pak Said, beliau adalah bagian kemahasiswaan fakultas dan merangkap dosen wali saya juga. Tapi ajaibnya, ternyata beliau mendukung dan mau ngasih dispensasi, yeay. 😀

Dan hari itu, 10 Februari 2017, saya berangkat dari Bandung jam 11 siang. Meskipun wawancaranya sore jam 15.00, tapi berhubung mengantisipasi kemungkinan macet jadi saya berangkat lebih awal. Untuk perencanaan waktu saya sudah memperhitungkan dengan baik. Tapi, saya lupa kalau Jembatan Cisomang sedang diperbaiki dan bodohnya saya naik Bis Primajasa, itu kesalahan fatal pertama saya. Lalu kesalahan fatal kedua, saya berpikiran kalau bis saya (tujuan Kalideres) itu melewati Daan Mogot. Iya memang lewat, tapi ternyata rutenya itu muter jauh dulu ke Tangerang, baru berakhir di terminal Kalideres. Demi apapun itu bad banget.

Ekspetasi awal: datang paling lambat jam 14.00, sampai sana sempetin buat print scan sertifikat

Realita: datang jam 17.30 + lupa print scan sertifikat

Dibilang malu sih, jujur malu banget 🙁 . Sempet pengen langsung pulang aja dan gak interview. Tapi tiba-tiba jadi inget prinsip you only live once dan jangan kalah sebelum berperang, dan lagian udah dapet dispen dari fakultas juga, jadi saya memutuskan untuk coba dulu masuk ke kantornya.

Ternyata masih bisa interview, alhamdulillah 😀 . Interviewnya ada dua, yaitu interview dengan Human Resource (HR) dan interview teknis dengan bagian Technical. Poin utamanya sih di interview teknis, jadi disini kita disuruh jelasin langsung di papan tulis terkait dengan beberapa studi kasus, salah satunya berkaitan dengan algoritma dan pemrograman.

Mungkin cukup sekian dari tulisan ini. Overall saya ingin berterimakasih kepada:

  1. Allah swt. dan kedua orangtua. 😀
  2. Temen sekamar di kontrakan, Hadi Prasetyo (ig: @hadimhp), yang (kebetulan pas itu sama-sama skip APPL juga karena bangun kesiangan) udah mau nganterin sampai terminal
  3. Human Resources (HR) Jurnal, Kak Elliya Wijaya yang sudah mendampingi proses seleksi dari tahap awal sampai akhir, dan juga udah sabar nungguin saya untuk interview sampai 2,5 jam lebih huhuhu maaf ya kak. 🙁
  4. Kakak berkerudung yang bersedia untuk mengambil foto saya depan tulisan Jurnal ini, hemh lupa namanya, mungkin nanti saat intern saya cari tahu ya. 😀
  5. Pak Said, yang udah buat saya yakin untuk maju ke tahap interview dengan memberi dispensasi
  6. Seluruh elemen dari Jurnal yang sudah mempercayakan saya untuk diterima intern disini

Wassalamu’alaikum wr. wb., selamat malam! 😀

Bagikan!Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *